Copyright © www.aldakwah.org 2014. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Ulama Merasa Ada Upaya Pemerintah Meminggirkan Umat Islam

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dinilai sedang berupaya meminggirkan umat Islam. Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan. Amirsyah menyebut, negara ini dirasa kian digiring menjadi negara lebih sekuler dan liberal.

Hal ini menurutnya, dapat dirasakan dari beberapa wacana kebijakan yang sempat dikeluarkan pemerintah, seperti wacana revisi peraturan pendirian rumah ibadah, sampai isu terbaru beredar terkait larangan jilbab syar’i di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Indikasinya dapat dirasakan mulai revisi peraturan yang menyangkut agama, wacana pengosongan kolom agama dalam KTP, Tatib doa di sekolah, dan terakhir soal larangan jilbab BUMN yang sangat kontraproduktif,” ujar Amirsyah di Jakarta seperti yang dikutip dari Republika Online, Senin (22/12).

Dia menjelaskan, saat ini semakin terasa ada upaya-upaya mengubah tatanan tradisi yang sudah berjalan menjadi lebih sekuler dan liberal. Juga upaya pelan-pelan menusuk jantung akidah umat.

Baca Selengkapnya....

Ketua MPR: Jual aset negara harus izin DPR

JAKARTA – Penjualan aset negara dalam nominal yang besar mesti mendapat persetujuan DPR. Hal itu diperlukan parlemen sebagai representasi dari rakyat. Demikian disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan menanggapi rencana Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, yang berencana menjual Gedung Kemeneg BUMN.

“Jual aset (negara, red) itu tidak mudah, saya kira harus mendapat izin dari DPR,” ujarnya, di Gedung MPR, Kamis (18/12).

Dikatakan Zulkifli, pemerintah tak gampang menjual aset negara. Apalagi sejatinya BUMN diperuntukan usaha negara yang hasilnya bagi kesejahteraan rakyat. “Jadi harus hati-hati,” ujarnya.

Baca Selengkapnya....

Menag : Muslim Tidak Usah Dituntut Menggunakan Kalung Salib atau Topi Sinterklas

JAKARTA  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menegaskan pihaknya tidak akan membuat larangan penggunaan atribut tertentu dalam memperingati hari besar keagamaan. Pernyataan Menag ini menanggapi isu tentang desakan sejumlah pihak agar Kemenag menerbitkan larangan penggunaan pakaian atau atribut Kristen jelang Hari Raya Natal.

“Kemenag tentu takkan membuat aturan berisi perintah atau larangan tentang penggunaan atribut dan pakaian keagamaan tertentu,” kata Lukman lewat siaran pers Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Menurutnya, masing-masing pemeluk agama dituntut untuk dewasa dan bijak serta tidak menuntut apalagi memaksa seseorang untuk menggunakan pakaian atau atribut agama yang tidak dianutnya.

“Seorang muslim tidak usah dituntut menggunakan kalung salib atau topi sinterklas demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan nonmuslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi hormati Idul Fitri,” tegasnya. Seperti dilansir merdeka

Baca Selengkapnya....

Indonesia Terus Tumbuh, Saudi dan Malaysia Terdepan dalam Perbankan Syariah

Aset perbankan syariah di pasar internasional diperkirakan melebihi 778 miliar dolar (sekitar Rp 9.569,4 triliun) pada tahun 2014, menurut EY’s World Islamic Banking Competitiveness Report 2014-15: Participation Banking 2.0. Aset perbankan syariah global mendapatkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 17 persen pada 2009-2013.

Sekitar 95 persen dari aset perbankan syariah internasional didasarkan dari sembilan pasar inti, lima di antaranya berada di GCC (Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait dan Bahrain). Pangsa pasar aset perbankan syariah di Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Malaysia, kini antara 20 persen dan 49 persen. Analisis ini tidak memasukkan Iran.

Bank syariah di Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain, mewakili lebih dari 48,9 persen, 44,6 persen, dan 27,7 persen pangsa pasar masing-masing. Kemajuan positif telah telah berlangsung di Indonesia, Pakistan, dan Turki, dengan 43,5 persen, 22,0 persen, dan 18,7 persen CAGR masing-masing 2009-2013.

Baca Selengkapnya....

Ini Tanggapan Ulama Tentang Rampungnya Perkap Jilbab Polwan

JAKARTA - Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) menyambut baik pengadaan jilbab polisi wanita (polwan) dalam Peraturan Kapolri (Perkap). Ikadi mengharapkan, adanya polwan yang berjilbab dapat memotivasi Muslimah lainnya untuk menutup aurat.

“Polwan yang punya tugas berat di jalan saja mau memakai jilbab, bagaimana Muslimah yang bukan polwan,” ujar Ketua Umum Ikadi Satori Ismail, seperti yang dikutip ROL, Selasa (9/12).

Dia menilai, bagi muslimah lain yang memiliki pekerjaan tak seberat Polwan bisa menjadikan Polwan contoh dalam menutup aurat. Satori percaya adanya polwan yang berjilbab dapat memberi dampak positif pada masyarakat juga.

Baca Selengkapnya....

Lagi, soal BBM dan kabinet KW-3

Oleh : Edy Mulyadi (Direktur Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS))

(Arrahmah.com) – Berapa harga pokok produksi (HPP) bahan bakar minyak (BBM) kita? Inilah pertanyaan keramat yang supersulit jawabannya. Jangankan mang Diman tukang bakso yang biasa keliling di komplek perumahan saya tinggal, kalau pertanyaan ini diajukan ke pemerintah pun, pasti tidak akan keluar angkanya. Tidak percaya? Silakan bertanya kepada Presiden Joko Widodo atau Menteri ESDM Sudirman Said. Saya akan jamin, jawaban mereka akan mbulet, muter-muter yang ujungnya ga jelas juga.

Bahkan jika pertanyaan ini pun Anda ajukan ke Pertamina yang tiap hari memproduksi minyak itu, tetap saja tidak akan keluar angkanya. Tidak percaya? Coba simak ucapan salah satu petinggi Pertamina ini;

“Pertamina tentu punya hitung-hitungan sendiri. Tapi itu tentu untuk lingkungan internal kami, untuk melakukan efisiensi di kami. Berapa produk kami itu kami punya,” ujar Vice President Corporate Commnunication Pertamina Ali Mundakir kepada wartawan, di kantor Pertamina.

Baca Selengkapnya...