Copyright © www.aldakwah.org 2014. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

120.000 Warga Gaza Kekurangan Air Bersih

PALESTINA  Utilitas Air Kota Pesisir Palestina (Coastal Municipalities Water Utility/CMWU) mengatakan bahwa sekitar 120.000 orang di Jalur Gaza yang diblokade kekurangan air minum akibat rusaknya infrastruktur selama serangan Israel 55 hari di wilayah itu tahun lalu.

“Dua puluh tiga persen dari populasi Jalur Gaza tidak terhubung ke jaringan sanitasi,” kata utilitas itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (25/08/2015).

CMWU, pengawas penyediaan air dan sanitasi publik minum di sebagian besar wilayah yang terkepung itu, menggambarkan situasi saat ini sebagai situasi yang “sangat berbahaya”.

Menurut mereka, masalah di sektor air dan sanitasi telah menelan biaya sekitar $ 34 juta.

“Sembilan puluh enam persen dari air bawah tanah di sana tidak cocok untuk konsumsi manusia, sehingga warga terpaksa membeli air, yang menelan biaya sekitar sepertiga dari pendapatan mereka,” catat CMWU.

Utilitas melanjutkan bahwa blokade Israel-Mesir yang telah berlangsung delapan tahun di wilayah tersebut sangat berkontribusi memperburuk krisis air di Jalur Gaza dan menghambat berbagai proyek pembangunan.

Sejak tahun 2007, daerah kantong Palestina telah menderita di bawah blokade bersama Israel dan Mesir yang telah merampas kebutuhan sekitar 1,9 juta penduduk yang paling dasar, termasuk makanan, obat-obatan dan bahan bangunan.

Pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu, Israel melakukan pembantaian 51 hari terhadap Jalur Gaza dengan pura-pura bertujuan menghentikan serangan roket Palestina.

Sebanyak 2160 warga Palestina tewas dalam pembantaian itu – kebanyakan adalah warga sipil, orang tua, wanita dan anak-anak, sementara ratusan rumah dan banyak infrastruktur berubah menjadi puing-puing di seluruh wilayah.

muslimdaily.net