Copyright © www.aldakwah.org 2014. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

22 Pendaki Tewas, 217 Hilang di Everest Akibat Gempa Nepal

KATHMANDU - Sedikitnya 22 pendaki tewas dan 217 lainnya hilang di dekat base camp Gunung Everest di mana ratusan pendaki, termasuk banyak orang asing, terdampar setelah salju longsor dipicu gempa besar Nepal menyapu puncak tertinggi di dunia itu.

Lebih dari 60 pendaki terluka dan banyak pelualang asing, pendaki, dan pemandu di base camp dilaporkan hilang ketika longsoran salju menyapu menuruni Everest dan terkubur di bawah salju kemarin, India Times melaporkan hari ini.

Sementara 17 orang tewas di base camp, lima korban tewas lainnya--dilaporkan pada hari Ahadu--berada area di bawah base camp, kata pejabat kementerian dalam negeri.

Tigapuluh dua orang berhasil diselamatkan dari kawasan itu hingga saat ini. Mereka diselamatkan dengan lima helikopter, kata Suresh Acharya, sekretaris bersama di kementerian pariwisata.

Baca Selengkapnya....

Presiden Yaman Ucapkan Terimakasih pada Koalisi Teluk

YAMAN - Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi, dikabarkan memberi ucapan terima kasih kepada pasukan koalisi teluk yang mendukung legitimasi di Yaman, demikian Al Arabiya News Channel melaporkan pada Rabu (22/4/2015).

“Atas nama rakyat Yaman saya berterima kasih dengan tulus dan penghargaan untuk saudara-saudara Arab dan Muslim juga mitra kami di koalisi teluk untuk mendukung legitimasi di Yaman,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi di ibukota Saudi Riyadh.

Komentar itu muncul beberapa jam setelah kerajaan mengumumkan berakhirnya serangan terhadap Milisi Houthi yang didukung Iran.

Baca Selengkapnya....

Ini Tanggapan Turki atas Vonis kepada Mantan Presiden Mursi

ANKARA - Pemerintah Turki mengaku prihatin atas vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan kepada mantan presiden Mesir yang digulingkan rezim militer, Muhammad Mursi. Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Turki mengaku khawatir akan demokrasi Mesir pada masa depan.

"Putusan pengadilan pada mantan presiden Mursi, meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan demokrasi di Mesir," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, dilansirReuters pada Rabu (22/4).

Dilansir dari The Hurriyet Daily News, Turki mengkritik keras dan menyesalkan putusan pengadilan terhadap Mursi. Mereka mempertanyakan kenetralan pengadilan dalam mengambil keputusan tersebut.

Dalam pernyataannya, Kemenlu Turki menyatakan, keprihatinannya akan masa depan demokrasi di Mesir. Turki menyerukan pada Mesir untuk mengindahkan tuntutan sah dari rakyat Mesir, demi terwujudnya demokrasi yang berkelanjutan.

Baca Selengkapnya....

Saudi nyatakan operasi "Decisive Storm" berakhir dan memasuki fase baru

RIYADH – Militer koalisi pimpinan Arab Saudi yang melancarkan serangan udara di Yaman selama hampir satu bulan mengatakan operasi militer “Decisive Storm” telah berakhir dan kampanye baru akan dilakukan untuk melindungi warga sipil dan mencegah milisi Syi’ah Houtsi melancarkan operasi baru.

Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri, juru bicara koalisi mengatakan pada Selasa (21/4/2015) bahwa koalisi telah mencapai tujuan militer di Yaman dan akan melancarkan operasi baru yang disebut dengan “Restorasi Harapan” yang diklaim bertujuan untuk melindungi warga sipil dan memerangi “terorisme”.

Operasi baru dimulai pada tengah malam waktu setempat. Rabu (22/4) dini hari Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi memberikan pidato televisi dari Riyadh di mana ia mengucapkan terima kasih kepada mitra koalisi atas dukungan mereka, lapor Al Jazeera.

Baca Selengkapnya....

Disaat Israel Persulit Nelayan, Allah Kirimkan 100 Ikan Hiu

GAZA - Para nelayan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan menangkap ratusan ikan hiu. Mereka sangat bersyukur karena tangkapan tersebut memenuhi kebutuhan pangan ratusan keluarga yang sebelumnya kesulitan akibat agresi militer Israel.

“Saya cepat-cepat memanggil beberapa teman saya dan bergegas untuk menangkap hewan yang berharga yang dikirim oleh Allah,” kata seorang nelayan Fouad Amoudi yang dilansir Xinhua dan ROL, Sabtu (18/4).

Amoudi dan lima nelayan lainnya hanya memakai jaring tradisional untuk menangkap ikan-ikan yang diperkirakan berbobot masing-masing antara 50-100 kilogram itu. Mereka berlayar dua kilometer ke laut dan mulai menangkap sebanyak mungkin ikan hiu.

Baca Selengkapnya....

Pemberontak Hautsi Menahan Bantuan Kemanusiaan ke Yaman

YAMAN - Pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al-Houthi) diduga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Yaman, demikian kata juru bicara militer koalisi Negara Arab dipimpin Arab Saudi, kemarin.

Juru Bicara koalisi “Ashifatul Hazm” (Badai Penghancur)  Brigadir Ahmad Asiri mengatakan, bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk ke Yaman. Menurutnya, desakan PBB untuk menerapkan “jeda kemanusiaan” di Yaman lebih tepat ditujukan kepada milisi Al Hautsi.

Assiri mengklaim agresi militer terhadap Hautsi juga diharapkan rakyat sipil Yaman yang mendambakan kehidupan yang normal lagi di Tanah Air mereka.

”Sejauh ini cukup baik. Koalisi terus menargetkan milisi (Hautsi) Yaman dan pendukung mereka,” kata Assiri, dilansir Arab News,Selasa (14/4/2015).

Baca Selengkapnya....