Copyright © www.aldakwah.org 2014. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Mengapa Harus Minum Kopi?

Ketika berbicara anti oksidan Antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, betakaroten, dan selenium, biasanya kita identik dengan buah buahan atau sayur-sayuran dan biasa kita konsumsi sebagai suplemen nutrisi harian.

Tapi hanya segelintir orang yang menyadari bahwa kafein merupakan antioksidan yang lebih kuat daripada vitamin C dan memiliki kekuatan yang setara dengan antioksidan biologi alami, yakni glutation.

Apakah manfaat yang diharapkan orang ketika mereka menambahkan antioksidan ke dalam menu makan harian? Tujuannya tidak lain adalah untuk menunda proses penuaan. Radikal bebas merupakan atom atau sekelompok atom yang tidak stabil yang mengawali serangkaian reaksi oksidasi. Kerusakan kumulatif di tingkat sel yang disebabkan oleh proses ini dipercaya sebagai salah satu faktor penyebab penuaan.

Antioksidan akan menyerap radikal bebas yang berbahaya ini dan menetralkan mereka sebelum menginisiasi reaksi berantai yang merusak sel-sel tubuh. Dengan cara melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat oksidasi, kafein bekerja di tingkat sel untuk membuat kita awet muda.

Kopi mengandung 1.000 senyawa kimia. Sekitar 300 di antaranya adalah senyawa fitokimia (berasal dari bahasa Yunani “phyto” yang artinya “tanaman”)—yakni, senyawa dalam tanaman yang bersifat bioaktif dan non-nutritif dan dipercaya memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan manusia.

Beberapa senyawa fitokimia dalam kopi, selain kafein, juga merupakan antioksidan yang ampuh.

Senyawa fitokimia juga banyak terdapat dalam makanan dan minuman lain. Misalnya, flavonoid, yang terdapat dalam anggur merah, apel, dan teh, bekerja menurunkan risiko penyakit jantung; isoflavon (dikenal sebagai fitoestrogen), terkandung dalam kacang kedelai, yang berfungsi menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium, serta osteoporosis, juga membantu meredakan hot flash pada wanita menjelang masa menopause; dan karoten, terdapat dalam sayuran berwarna kuning, oranye, dan hijau tua, berfungsi menurunkan risiko degenerasi makular yang menjadi penyebab kebutaan.

Menurut Takayuki Shibamoto, Ph.D., professor ternama di bidang toksikologi lingkungan dari universitas California di Davis, secangkir kopi memiliki potensi antioksidan yang setara dengan tiga buah jeruk, dan antioksidan dalam kopi akan tetap efektif hingga 30 hari.
Nah, tapi jika Anda mau minum kopi, tentu tidak dilakukan secara berlebihan.