Copyright © www.aldakwah.org 2014. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

17 doktrin Syiah yang disembunyikan dari kaum Muslimin

Oleh:
Ustadz Muhammad Thalib Al Yamani (Amir Majelis Mujahidin)

Saat meliput aksi bubarkan Syiah di beberpa tempat di Jakarta, arrahmah.com mendapati beberapa aparat kepolisian yang tercengang mendengarkan orasi para ustadz yang membeberkan bahwa Syiah bukan Islam.

Saat itu para ustadz menjelaskan beberapa fakta dan data dari kitab-kitab yang ditulis para pendeta Syiah. Antara lain syahadat orang Syiah, rukun Islam orang Syiah, rukun iman agama Syiah, Al Qurannya, sikap mereka kepada istri Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam, dan para sahabat hingga nikah mutah. Semuanya berbeda dengan ajaran agama Islam.

Baca Selengkapnya...

Idul Ghadir Tidak Ada dalam Islam

Jakarta - Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) melalui Sekretaris Jenderal Bachtiar Nasir mengecam keras perayaan hari besar Syiah Idul Ghadir yang diselenggarakan pada sabtu (26/10/2013) di Gedung Smeco, Jakarta.

Dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Jum’at (25/10/2013) sore, Bachtiar mengatakan bahwa dalam pandangan mayoritas umat Islam Indonesia yang menganut Ahlussunnah wa Jama’ah, hanya ada dua hari raya besar, yakni hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Baca Selengkapnya...

Fakta dan data perkembangan Syiah di Indonesia

Oleh : Muhammad Faisal.

Konflik antara Sunni dan Syiah di Indonesia kian hari kian memanas. Konflik tersebut disebabkan oleh perbedaan prinsip/pokok dalam keyakinan kedua kelompok. Di antara perbedaan yang mencolok diantara kedua kubu yaitu, Sunni (Ahlussunnah) memuliakan para Sahabat Nabi karena merekalah yang berjuang membantu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam serta menyebarkan Islam ini ke berbagai penjuru. Adapun Syiah sangat membenci para Sahabat Nabi, mencela mereka, bahkan hingga pada tingkat pengkafiran.

Baca Selengkapnya...

5 strategi dan taktik penyebaran aliran Syi'ah di Indonesia

Oleh: Munarman, SH.

Perkembangan aliran Syiah di Indonesia mengalami akselerasi yang luar biasa sejak meletusnya Revolusi Iran menumbangkan Rezim Syah Iran Reza Pahlevi, sekitar 1970. Pada masa itu, banyak kalangan muda, baik dari kalangan pondok pesantren maupun kalangan perguruan tinggi terkagum kagum dengan revolusi tersebut.

Baca Selengkapnya...

Bahaya faham inklusivisme, pluralisme agama, dan multikulturalisme

Oleh : Hartono Ahmad Jaiz

Apa itu inklusivisme? Inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi Islam.  Berikut ini penjelasan dari pihak kelompok liberal sendiri:

Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme.

Inklusivisme itu menegaskan, kebenaran setiap agama harus terbuka. Perasaan soliter sebagai penghuni tunggal pulau kebenaran cukup dihindari oleh faksi inklusif ini. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat  kekeliruan pada agama yang kita anut. Tapi, paradigma ini tetap tidak kedap kritik. Oleh paradigma pluralis, ia dianggap membaca agama lain dengan kacamata agamanya sendiri.  

Baca Selengkapnya...

Hidup Lebih Indah dengan Taat Beribadah

Sebagian Muslim beranggapan bahwa ibadah itu hanya melakukan praktik-praktik syariat yang berdimensi spiritual semata, seperti sholat, dzikir, dan lain sebagainya. Anggapan tersebut sebenarnya tidak keliru. Karena memang di dalam al-Qur’an, Allah memberikan kabar bahwa demikianlah para malaikat beribadah kepada-Nya.

Satu tujuan utama dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.  Dalam firmannya, Allah menyampaikan,

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. 51: 56).

Baca Selengkapnya...