Copyright © www.aldakwah.org 2022. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Geram atas Pemberitaan Tendensius, FPI Ancam Perkarakan Republika

JAKARTA - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab Asy-Syafi’i geram dengan pemberitaan media yang cenderung memfitnah Ormas Islam yang dipimpinnya.

Parahnya lagi, Republika yang selama ini dianggap sebagai media Islam, menurut Habib Rizieq ternyata ikut-ikutan media sekuler menyajikan pemberitaan tendensius terhadap FPI.

“Sejak FPI memprotes Erick Tohir yang memproduseri film liberal "?" (tanda tanya, red.), Republika selalu tendensius dalam pemberitaan terkait FPI. Termasuk soal kasus Kendal dan Lamongan,” ujar Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Selasa (13/8/2013).

Untuk itu, FPI pun memberikan peringatan keras kepada Republika agar hati-hati dalam pemberitaan dan tidak ikut-ikutan memfitnah FPI.

“Republika mesti hati-hati menurunkan berita tentang FPI, jangan ikut-ikutan memfitnah FPI, atau sebaiknya jangan memberitakan FPI sama sekali, karena FPI memang tidak butuh Republika, daripada nanti FPI memeja-hijaukan Republika. FPI Lamongan bukan hanya ditegur pada Tahun 2008, tapi sudah dibekukan oleh DPP FPI pada Tahun 2010,” jelas Habib Rizieq.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Republika berdiri dengan uang dari umat Islam, bukan didirikan oleh Erick Thohir.

Untuk diketahui, Republika memang sempat menurunkan sejumlah berita yang menyudutkan FPI kepada pengurus FPI terkait kasus Kendal dan Lamongan. Hal itu bisa dilihat dari judul pemberitaan yang dimuat di laman ROL (republika online). Pemberitaan inilah yang diantaranya yang membuat FPI geram terhadap Republika.

(voa-islam.com)